Film, Membuat Siswa Tertarik Mengikuti Pelajaran

                Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang berarti “tengah”, “perantara”, atau “pengantar”. Secara umum media diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi (pesan) dari sumber informasi ke penerima informasi. Menurut AECT (1977), media adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan.

Gerlach & Ely (1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi,au kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses pembelajaran cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual dan verbal.

Gagne & Brigs (1975) menjelaskan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pelajaran, seperti buku, tape recorder, kaset, kamera video, film, slide, foto, gambar, grafik, televisi, dan komputer. Dengan kata lain, media pembelajaran adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi intruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.

Film atau gambar hidup merupakan serangkaian gambar yang meluncur secara cepat dan diproyeksikan sehingga menimbulkan kesan hidup dan bergerak. Film merupakan media yang menyajikan pesan melalui audio visual dan gerak, sehingga memberikan kesan yang impresif bagi pemirsanya.

Film dapat membuat siswa tertarik sebab memiliki gambar yang bergerak, suara, dan warna yang menarik. Film dapat menerangkan suatu proses fenomena alam yang tidak dapat dilihat secara langsung atau jika dapat dilihat secara langsung akan membahayakan keselamatan siswa dan juga guru. Film juga dapat memantapkan pemahaman siswa terhadap proses terjadinya fenomena alam tersebut.

Misalnya fenomena alam yang dapat diperlihatkan dengan film adalah proses terjadinya gunung meletus. Guru tidak dapat mengajak siswa langsung ke tempat terjadinya gunung meletus sebab membahayakan keselamatan. Proses pembelajaran tidak akan dapat berjalan lancar dan sesuai rencana sebab hanya akan menyebabkan ketakutan bagi siswa jika mereka diajak untuk langsung melihat proses terjadinya gunung meletus.      

 

Penjelasan tentang pembentukan gunung meletus dapat dilakukan di kelas. Bisa dijelaskan dengan menampilkan gambar tentang gunung meletus. Dapat juga dengan membuat gambar sendiri di papan tulis sambil diberi keterangan gambar agar siswa dapat dengan mudah mengenali bagian-bagian gunung meletus. Gambar yang dicetak atau dibuat sendiri tersebut sambil diberi penjelasan kepada siswa agar siswa paham dengan proses terjadinya gunung meletus. Kelemahan dari media gambar ini adalah pemahaman siswa tentang bentuk dan bagian-bagian gunung meletus kurang sebab di gambar hanya menunjukkan media 2 dimensi. Jika siswa kurang memahami bagian-bagian gunung meletus, maka daya imajinasi mereka tentang gunung meletus akan menjadi salah.

Proses pembelajaran dapat diselingi dengan menonton film yang berkaitan dengan materi pelajaran. Adanya pemutaran film tentang proses gunung meletus, awalnya siswa akan merasa penasaran, bertanya-tanya, tertarik, dan bersemangat mengikuti pelajaran. Sebelum film dimainkan, guru dapat memberikan instruksi pada siswa untuk tertib dan tenang dalam mengikuti pelajaran. Siswa juga dapat diberi tugas untuk mencatat hal-hal yang penting dalam film untuk penilaian. Hal itu dapat membuat siswa fokus dan mengikuti film dengan sungguh-sungguh.

Setelah pemutaran film selesai, jika masih ada waktu yang tersedia guru dapat menjelaskan isi film tersebut atau melakukan penekanan pada proses-proses terjadinya gunung meletus sehingga siswa bisa menjadi lebih memahami dan mengingat. Guru juga bisa memberikan tugas kelompok pada siswa untuk membuat makalah atau laporan tentang proses gunung meletus, dampak yang diakibatkannya, material-material yang keluar saat gunung meletus, tanda-tanda gunung akan meletus, dan lain-lain yang ada hubungannya dengan gunung meletus. Makalah dapat disertai dengan gambar. Tugas kelompok tersebut bertujuan agar siswa dapat lebih mantap dalam memahami proses terjadinya gunung meletus.

Tulisan-tulisan di buku dapat membuat siswa bosan untuk belajar. Bahkan di buku belum tentu penjelasan tentang gunung meletus tersebut jelas dan kata-katanya belum tentu dapat dipahami oleh semua siswa. Belum lagi ada atau tidak tersedianya sarana dan prasarana buku seperti grafik, tabel, diagram, gambar, dan lain-lain. Oleh karena itu, penggunaan film untuk media mengajar dapat digunakan untuk menghilangkan kebosanan siswa terhadap buku-buku pelajaran dan dengan pemutaran film ini siswa dapat kembali bersemangat mengikuti pelajaran. Film juga dapat merangsang rasa ingin tahu siswa tentang suatu fenomena alam yang ada di sekitarnya sehingga mereka mencari bahan atau literatur lain di luar jam sekolah.

Dapat disimpulkan bahwa media ajar dengan menggunakan film memiliki kelebihan-kelebihan, yaitu : 1. Memberikan pesan yang dapat diterima secara lebih merata oleh siswa, 2. sangat bagus digunakan untuk menerangkan suatu proses, 3. mengatasi keterbatasan ruang dan waktu, lebih realistis, dapat diulang-ulang, dan dihentikan sesuai dengan kebutuhan, 4. dapat menarik perhatian siswa, dan 5. memberikan kesan yang mendalam, yang mempengaruhi sikap siswa.

3 thoughts on “Film, Membuat Siswa Tertarik Mengikuti Pelajaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s