Hmm, udah lama kami gag buat postingan. Kira-kira setahun lebih kali yah ? Hehehe… Maklum lah, semester ini kami sibuk Magang ke sekolah-sekolah alias PPL dan sekaligus menggarap skripsi. Doain kami yah !!!
Oia, kami mengucapkan selamat Tahun Baru Islam 1434 Hijriyyah. Semoga kita semua menjadi lebih baik dari sebelumnya. Aamiin.
Pariwisata adalah perjalanan untuk sementara waktu yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia dalam memberi hiburan baik rohani maupun jasmani.
Tempat wisata selalu dikunjungi para wisatawan. Wisatawan adalah orang yang melakukan perjalanan atau travelling. Wisatawan ada yang disebut wisatawan domestik, dan ada pula wisatawan mancanegara (asing).
B. DISTRIBUSI PERJALANAN TOUR DAN TRIP
Distribusi perjalanan adalah salah satu langkah dalam perencanaan transportasi empat tahap (Four step transport planning) yang berkaitan dengan distribusi jumlah perjalanan (trip) antara satu zona dengan zona lain.
Buah khas atau endemik dari Kalimantan Selatan adalah kasturi. Ciri buah kasturi yakni baunya yang semerbak menyengat indera penciuman dan rasanya yang manis. Buah ini tergolong dalam ordo Sapindales dan genus Mangifera.
Di sore hari nun cerah, saat perjalanan pulang *kampung* dari Banjarmasin menuju Tamban, saya iseng-iseng memotret. Inilah beberapa gambar yg saya abadikan, seperti pemandangan langit sore, awan, jembatan Basirih, kapal tongkang pengangkut batubara di Sungai Barito, dll :
Suatu hari, di sebuah kelas yang tenang, seorang guru sedang memberikan materi pembelajaran Geografi mengenai klasifikasi iklim di Bumi. Dengan hanya menggunakan metode ceramah sambil menjelaskan sesuai buku teks, kebanyakan siswa kurang memahami bahkan ada yang sama sekali tidak mengerti bagaimana gambaran daerah-daerah di Bumi yang belum pernah mereka temui / lihat dan rasakan secara langsung. Siswa akan mengantuk dan bosan, karena sang guru mengajar layaknya mendongeng.
SEHARUSNYA, seorang guru yang baik tidak hanya menggunakan metode ceramah saja! Guru yang baik akan selalu berinovasi dan kreatif. Nah, guru kreatif akan menggunakan berbagai media untuk memperlancar dan mempermudah penyampaian isi materi kepada siswa. Sebagai contoh, saat menjelaskan keadaan di Kutub Utara, guru dapat menggunakan media visual atau media dua dimensi. Guru menggunakan foto atau gambar Kutub Utara yang diperlihatkan (ditempel di depan kelas) kepada siswanya, lalu menjelaskan / mendeskripsikan gambar tersebut.
Beberapa contoh gambar tersebut adalah sebagai berikut :
Dengan menggunakan media gambar, siswa minimal mengetahui gambaran pasti dan keadaan Kutub (karena mereka hanya tahu bahwa Kutub itu dingin).
Naahh… Setelah diperlihatkan gambar tersebut, siswa pasti akan berimajinasi luas. Mereka berpikir kritis mengenai luas wilayah Kutub, suhu dan cuaca di Kutub, hewan atau tumbuhan apa saja yang mampu hidup di dekat kutub, dst. Ya kan??
Kesimpulannya, Penggunaan media sangaaaat penting dalam proses belajar mengajar di sekolah.. ^__________^
Dalam pembelajaran, seorang guru memerlukan media agar proses belajar dan mengajar adpat berjalan dengan baik, walaupun tidak semua mata pelajaran memerlukan media hanya beberapa saja. Dalam hal ini guru mengetahui peran dari media itu sendiri ialah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan dan menyalurkan pesan pembelajaran secarea terencana sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Yang perlu digarisbwahi ialah efektif dan efisien, jadi maksudnya ialah media digunakan dalam pembelajarn untuk menghemat waktu yang ada, jadi guru dapat mengurangi berverbalisme dalam proses belajar mengajar.
Media yang diberikan bisa berupa media yang sederhana dan modern sekalipun, inipun tergantung situasi dan kondisi dimana proses belajar mengajar tersebut berlangsung seperti contonhya saja, media sederhana yang disajikan g uru didalam ruang kelas, media yang dapat diberikan ialah, media visual:gambat, diagram, tabel, foto-foto, media obyek penganti: replika, miniatur, atau model, dan media lingkungan;sungai, laut, danau, udara, dan air. Tentu saja media yang diberikan haruslah media yang berkaitan dengan materi yang diberikan. Dalam penggunaan media sederhana ini diperlukan kreatifitas dari guru itu sendiri, agar media yang diberikan dapat menarik pehatian murid sehingga dapat menumbuhkan motofasi untuk belajar.
Dari media sederhana kita beralih ke media modern. Perkembangan teknologi dan informasi saat ini yang sangat pesat menuntut guru untuk dapat menguasainya, karena guru abad 21 dituntut untuk dapat menguasai teknologi dan informasi yang sedang berkembang. Perkembangan teknologi dan informasi saat ini memudahkan banyak kalangan dalam berbagai hal tentunya, tidak terkecuali guru sebagai pendidik. Guru dapat menggunkan teknologi yang ada sebagai media yang dapat disajikan kepada siswa dalam proses pembelajarn, seperti penggunaan beberapa program yang ada dalam Microsoft Oficce, mulai dari Ms. Word, Ms. Power Point, Ms. Corel Draw daan banyak lagi lainnya. Misalnya saja, guru memberikan materi yang berkenaan dengan fenomena gunung meletus, dan disajikan dalam bentuk media modern dengan menggunakan Ms. Power point, yang disertai dengan gambar dan tulisan yang telah di modifikasi sedemikian rupa sehingga menarik perhatian siswa dan dapat menimbulkan motifasi dalam belajar. Perkembangan teknologi informasi ini juga memudahkan guru untuk mendapatkan berbagai bahan pembelajarn baik dari internet, media massa dan hiburan tentunya.
Pemberian media pun harus hati-hati, media yang diberikan haruslah yang berkaitan dengan materi yang diberikan jadi tifdak menimbulkan kebinggungan pada siswa dan diberikan dengan melihat kondisi dan situasi dimana proses belajar mengajar itu dilangsungkan. Karena tidak semua sekolah dapat meyediakan media yang kita butuhkan dalam proses belajar mengajar.
Banyak yang mengatakan bahwa, guru yang baik ialah guru yang bias menguasai dan menggunakan TIK dengan baik. Akan tetapi menurut saya guru yang baik ialah guru yang jika ditempatkan dimanapun, pada kondisi dan situasi apapun dapat menggunakan dan media kepada siswanya. Jadi pemberian media tidak terbatas pada perkembangan teknologi saja, melainkan diperlukannya guru yang dapat menguasai situasi dan kondisi dalam proses belajar mengajar.
Profesionalitas guru akan tercermin dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Seorang guru yang profesional salah satunya harus mempunyai kemampuan mengkombinasikan berbagai metode dan strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan sumber belajar yang ada di sekolah, sehingga tujuan pembelajaran yang akan dicapai bisa terwujud. Selain itu, seorang guru yang profesional juga harus menguasai materi pembelajaran, kreatif dan inovatif sehingga dari waktu ke waktu kualitas pembelajaran akan semakin meningkat.
Perkembangan teknologi informasi sekarang ini, terutama dengan semakin memasyarakatnya komputer di sekolah-sekolah, bahkan di sekolah tertentu sudah menggunakan infokus menggantikan posisi Over Head Projector (OHP), hal tersebut akan semakin membuka peluang bagi guru-guru untuk membuat media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), baik berupa Media Presentasi Pembelajaran (MPP) atau Sofware Pembelajaran Mandiri (SPM) yang proses belajar mengajarnya dilaksanakan di laporatorium.
Dalam pembuatan media pembelajaran berbasis TIK tidak mutlak seorang guru harus menguasai IT sepenuhnya, misal menguasai Program Office Word, Office Excel, Power Point, Macromedia Flash, Visual Basic atau yang lainnya, akan tetapi yang terpenting adalah membentuk tim yang akan menghasilkan berbagai media pembelajaran.
Seseorang yang menguasai IT akan tetapi tidak mempunyai ide yang akan ditunangkan maka akan mandeg, begitupun seseorang yang punya ide tidak akan terwujudkan apabila tidak dibantu oleh yang bisa menguasai berbagai aplikasi pemrograman.
Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang berarti “tengah”, “perantara”, atau “pengantar”. Secara umum media diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi (pesan) dari sumber informasi ke penerima informasi. Menurut AECT (1977), media adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan.
Gerlach & Ely (1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi,au kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses pembelajaran cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual dan verbal.
Gagne & Brigs (1975) menjelaskan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pelajaran, seperti buku, tape recorder, kaset, kamera video, film, slide, foto, gambar, grafik, televisi, dan komputer. Dengan kata lain, media pembelajaran adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi intruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.
Film atau gambar hidup merupakan serangkaian gambar yang meluncur secara cepat dan diproyeksikan sehingga menimbulkan kesan hidup dan bergerak. Film merupakan media yang menyajikan pesan melalui audio visual dan gerak, sehingga memberikan kesan yang impresif bagi pemirsanya.
Film dapat membuat siswa tertarik sebab memiliki gambar yang bergerak, suara, dan warna yang menarik. Film dapat menerangkan suatu proses fenomena alam yang tidak dapat dilihat secara langsung atau jika dapat dilihat secara langsung akan membahayakan keselamatan siswa dan juga guru. Film juga dapat memantapkan pemahaman siswa terhadap proses terjadinya fenomena alam tersebut.
Misalnya fenomena alam yang dapat diperlihatkan dengan film adalah proses terjadinya gunung meletus. Guru tidak dapat mengajak siswa langsung ke tempat terjadinya gunung meletus sebab membahayakan keselamatan. Proses pembelajaran tidak akan dapat berjalan lancar dan sesuai rencana sebab hanya akan menyebabkan ketakutan bagi siswa jika mereka diajak untuk langsung melihat proses terjadinya gunung meletus.
Penjelasan tentang pembentukan gunung meletus dapat dilakukan di kelas. Bisa dijelaskan dengan menampilkan gambar tentang gunung meletus. Dapat juga dengan membuat gambar sendiri di papan tulis sambil diberi keterangan gambar agar siswa dapat dengan mudah mengenali bagian-bagian gunung meletus. Gambar yang dicetak atau dibuat sendiri tersebut sambil diberi penjelasan kepada siswa agar siswa paham dengan proses terjadinya gunung meletus. Kelemahan dari media gambar ini adalah pemahaman siswa tentang bentuk dan bagian-bagian gunung meletus kurang sebab di gambar hanya menunjukkan media 2 dimensi. Jika siswa kurang memahami bagian-bagian gunung meletus, maka daya imajinasi mereka tentang gunung meletus akan menjadi salah.
Proses pembelajaran dapat diselingi dengan menonton film yang berkaitan dengan materi pelajaran. Adanya pemutaran film tentang proses gunung meletus, awalnya siswa akan merasa penasaran, bertanya-tanya, tertarik, dan bersemangat mengikuti pelajaran. Sebelum film dimainkan, guru dapat memberikan instruksi pada siswa untuk tertib dan tenang dalam mengikuti pelajaran. Siswa juga dapat diberi tugas untuk mencatat hal-hal yang penting dalam film untuk penilaian. Hal itu dapat membuat siswa fokus dan mengikuti film dengan sungguh-sungguh.
Setelah pemutaran film selesai, jika masih ada waktu yang tersedia guru dapat menjelaskan isi film tersebut atau melakukan penekanan pada proses-proses terjadinya gunung meletus sehingga siswa bisa menjadi lebih memahami dan mengingat. Guru juga bisa memberikan tugas kelompok pada siswa untuk membuat makalah atau laporan tentang proses gunung meletus, dampak yang diakibatkannya, material-material yang keluar saat gunung meletus, tanda-tanda gunung akan meletus, dan lain-lain yang ada hubungannya dengan gunung meletus. Makalah dapat disertai dengan gambar. Tugas kelompok tersebut bertujuan agar siswa dapat lebih mantap dalam memahami proses terjadinya gunung meletus.
Tulisan-tulisan di buku dapat membuat siswa bosan untuk belajar. Bahkan di buku belum tentu penjelasan tentang gunung meletus tersebut jelas dan kata-katanya belum tentu dapat dipahami oleh semua siswa. Belum lagi ada atau tidak tersedianya sarana dan prasarana buku seperti grafik, tabel, diagram, gambar, dan lain-lain. Oleh karena itu, penggunaan film untuk media mengajar dapat digunakan untuk menghilangkan kebosanan siswa terhadap buku-buku pelajaran dan dengan pemutaran film ini siswa dapat kembali bersemangat mengikuti pelajaran. Film juga dapat merangsang rasa ingin tahu siswa tentang suatu fenomena alam yang ada di sekitarnya sehingga mereka mencari bahan atau literatur lain di luar jam sekolah.
Dapat disimpulkan bahwa media ajar dengan menggunakan film memiliki kelebihan-kelebihan, yaitu : 1. Memberikan pesan yang dapat diterima secara lebih merata oleh siswa, 2. sangat bagus digunakan untuk menerangkan suatu proses, 3. mengatasi keterbatasan ruang dan waktu, lebih realistis, dapat diulang-ulang, dan dihentikan sesuai dengan kebutuhan, 4. dapat menarik perhatian siswa, dan 5. memberikan kesan yang mendalam, yang mempengaruhi sikap siswa.